filsafatku...pola pikirku.....

Rabu, 23 Januari 2013

Filsafat



Batu juga merupakan dis harmoni. Dis harmonis ini akan memunculkan sifat yang absolute seperti mengejar sebuah kepuasan atau kenikmatan. Jika yang dikejar hanya kesenangan atau kenikmatan dalam filsafat disebut hedonism. Contohnya adalah manusia pemalas yang kerjaannya hanya tidur jika ada tugas. Ukuran kebenaran adalah kenikmatan yaitu hedonism. Manusia yang hedonism membentuk kelompok kaum yang bahagia, pengejar kenikmatan. Lawan dari batu yang lebih lembut dari udara, filsafatnya adalah transenden. Penghuni transenden adalah para dewa. Dewa itu adalah dirimu, dirimu dewa terhadap sifat-sifatmu, jika pemalas maka dirimu sebenar-benar dewa pemalas. Dewa itu dimensinya lebih tinggi dari sifat-sifatnya itu. Maka engkau adalah dewa bagi diirmu. Karena engkau yang berkuasa. Contohnya seseorang yang berkorupsi hanya ditangkap oleh KPK. Kemudian orang tua adalah transenden bagi anak-anaknya. Seorang kakak transenden bagi adik-adiknya. Guru adalah dewa bagi siswanya. Dewa sebetulnya ilmunya transenden. Belajar filsafat itu sebenarnya belajar bahasa para dewa. Tidak mungkin seseorang mengikuti suatu acara yang sendirinya tidak tahu ilmunya.
Diam dan tidak melakukan apapun adalah orang yang paling bodoh dalam filsafat disebut batu, yaitu orang-orang yang percaya mitos. Orang yang masih diterkam oleh mitos, maka fungsi filsafat adalah untuk mencerdaskan untuk meengeluarkan dari ruang dan waktu yang gelap. Orang yang percaya mitos tersebut senantiasa dihantui oleh perasaan yang khawatir. Kekhawatiran tersebut berupa keraguraguan yang ada di dalam diri. Keraguraguan tersebut muncul akibat rasa percayadiri yang berkurang bahkan mulai hilang. Dis harmoni yang lain adalah ketidak seimbangan.
Meraih logos adalah meraih kecerdasan. Logos adalah orang yang cerdas dan berilmu. Sehingga dalam berfilsafat itu berjuang meraih kecerdasan. Selanjutnya sakit itu adalah dis harmoni. Bagaimanakah cara memperoleh yang ideal. Caranya ada dua macam idealisasi dan abstraksi. Contohnya segitiga, segitiga jika di dalam pikiran itu tidak ada warnanya, tidak ada tebal. Lancip dalam pikiran itu merupakan sebuah kesempurnaan. Di dunia ini tidak ada yang lancip.  Jika sesorang bersikeras menganggap benda itu lancip maka salah. Karena misalkan pada sebuah pensil yang lancip jika ditelusiri sebenarnya tidak lancip. Hal ini dari konsep atom, elektro, dan proton bahwa atom bergerak melingkar, sehingga tidak ada di dunia ini yang lancip. Lancip merupakan gambaran, sifat lancip atau sempurna hanya dimiliki oleh Allah SWT.
Dialek atau praktek itulah dialektivisme, yaitu dengan cara bertanya. Yang benar 2 adalah dualism, yaitu bahaya dan manfaat dari suatu konteks. Contohnya adalah manusia ada dua jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. Dualisme itu penting, hanya masalahhnya jika orang yang tidak kerja itu tidak kreatif dan tidak efektif. Sedangkan plural itu diantara salah dan benar itu ada suatu ruang. Ruang tersebut adalah olah piker. Yaitu bagaimana kita dapat memikirkan adanya orang laki-laki dan perempuan.
Subjektivisme adalah jika yang benar adalah diriku. Segala yang berhubungan dengan dirinyalahh yang dia anggap benar. Obyektivisme adalah lawan dari seubjektivisme. Sedangkan yang benar adalah yang pasti yaitu absolutism. Tuhan itu absolutism, karena Tuhan itu pasti. Dan yang benar adalah diluar batas yaitu transendenisme. Yaitu dewa, sedangkan dewa itu adalah dirimu.
Kapitalisme adalah jika yang benar adalah yang untung. Filsafat ini berhubungan dengan materialism. Segala sesuatu diukur dengan besarnya keuntungan yang didapat. Seseorang mau bekerja jika dia dapat untung, dapat manfaat. Dalam hal ini segala sesuatu diukur dari ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar