apa yang disampaikan
oleh Kant adalah untuk menunjukkan bahwa sebenarnya dunia itu ada permulaan
atau awalnya jika kita berpikir bahwa segala sesuatu yang ada pasti ada awalnya
dan tidak ada awalnya karena segala sesuatu memang sudah begitu adanya,jadi
kita hanya menerima fakta yang sudah ada saja. alam adalah ciptaan Allah dan
dalam kuasa Allah maka kita tidak akan menemukan awal permulaan dunia ini
terbentuk, namun ketika kita memikirkan bahwa segala sesuatu pasti ada awalnya
maka kita akan memikirkan sebenarnya awal terbentuknya bumi itu karena apa..
Memandang Cerah
filsafatku...pola pikirku.....
Rabu, 23 Januari 2013
Elegy memahami elegy
mencari ilmu dan mempelajarinya tidak semudah membalikkan telapak tangan,
untuk menggapainya dibutuhkan perjuangan dan usaha yang keras. Diperlukan proses secara bertahap karena dengan adanya
proses daya ingat kita akan lebih mudah mengingatnya. Dalam belajar kita tidak
boleh hanya terpaku dari satu sumber tapi kita harus menggali ilmu tersebut
dari berbagai sumber termasuk filsafat tidak hanya membaca satu dua elegy
karena dengan ilmu yang kita peroleh akan semakin banyak. Sebenar-benar musuh
dalam mempelajari filsafat juga dapat tercipta dari diri kita sendiri. Dalam
berfilsafat bahasa yang digunakan adalah bahasa analog.
Elegi pemberontakan Orang tua Berambut putih
Orang yang tidak konsisten terhadap apa yang dikatakan dan
dilakukan sama saja orang yang tidak mampu menghargai dirinya sendiri. Masing-
masing teori dari beberapa ahli tersebut sama pentingnya dan sifatnya saling
melengkapi. Belajar bisa dari semua yang ada dan yang mungkin ada. Bisa dari
pengalaman masa lalu, kesalahan, mimpi dan impian- impian kita, persepsi kita
terhadap segala hal meski terkadang timbul keraguan yang menjadi hambatan untuk
melangkah ke depan.
elegi menggapai anomali
Belajar matematika akan berakhir dengan kejelasan, tetapi
bila mempelajari filsafat akan berakhir dengan ketidak jelasan, berakhir dengan
kebingungan, berakhir dengan banyaknya muncul pertanyaan pertanyaan yang dapat
membuat saya tidak tenang.
elegi menggapai nilai diri
Orang yang paling rendah adalah orang yang ilmunya hanya untuk dirinya sendiri dan tidak pernah mau berbagi dengan orang lain. karena kalau diibaratkan orang tersebut seperti batu yang hanya terdiam kaku dan tidak bermanfaat bagi orang lain dan segala kebaikan itu akan terhenti pada dirinya sendiri.
Elegi Menggapai hati
Elegy ini mengajarkan tentang pentingnya keseimbangan dalam
menggunakan fikiran dan hati. dalam setiap tindakan yang s dilakukan rasa
khawatir tetap saja selalu menghantui, baik itu kecil maupun besar. Berdasarkan
elegi mungkin menggunakan fikiran sebaik
mungkin adalah cara mengatasinya. Apapun yang kita lakukan hendaklah dipikirkan
dulu sebelum bertindak namun apa yang kita pikirkan tentunya searah dengan apa
kata hati kita. Hati berhubungan dengan spiritual otomatis dengan Tuhan, baik
atau buruk pastilah kita akan dimintai pertanggungjawaban.
Elegi menggapai Hati kesatu ini
Menurut saya menggambarkan hati kita (manusia) yang selalu terombang-ambing penuh dengan perasaan yang tidak menentu, penuh dengan kontradiktif, mengingatkan kita sebagai makhluk yang penuh dengan kontradiktif perlu berevaluasi diri, berinstrospeksi dan selalu rendah diri. Betapa banyak hal yang kontradiksi dalam setiap langkah kita baik itu sebatas dalam pikiran maupun di dalam hati kita. Akan tetapi jika kita dapat memahami esensi dari kontradiksi atau pertentangan tersebut maka hal itulah yang akan menjadikan kuat demikian kehidupan kita pun penuh dengan pertentangan. Semoga dari kontradiksi yang kontradiksi itulah yang akan menguatkan dalam hidup dan kehidupan kita.
Langganan:
Komentar (Atom)