filsafatku...pola pikirku.....

Rabu, 23 Januari 2013

Filsafat Pendidikan Matematika



Pembelajaran yang baik harus melibatkan proses mental dan fisik siswa melalui kegiatan yang memunculkan interaksi siswa dengan siswa, guru dan lingkungan. Dalam pembelajaran matematika interaksi diperlukan siswa agar membantu mereka menemukan konsep karena menurut Ebbut dan Straker (Marsigit, 2010) dalam hakikat matematika sekolah, matematika adalah kegiatan penelusuran pola dan hubungan; kreatifitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan; kegiatan problem solving; alat komunikasi. Hal tersebut mengimplikasikan bahwa dalam pembelajaran matematika, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan pola-pola dalam matematika dan menentukan hubungan, melakukan kegiatan memecahkan masalah, menggunakan konsep-konsep matematika untuk menemukan solusi masalah.
Melalui beragam metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif guru memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan matematika mereka. Tujuan pembelajaran matematika diantaranya adalah mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, penalaran dan pembuktian matematis komunikasi matematis, koneksi matematis, dan representasi matematis (NCTM, 2000: 29). matematika dengan aktivitas intelektual lainnya.Seperti sudah dijelaskan di atas, koneksi matematika merupakan salah satu komponen dari kemampuan berpikir tingkat tinggi. Sejalan dengan hal tersebut,  NCTM (NCTM: 2000) menyatakan bahwa program pembelajaran di sekolah mulai dari Pra-Taman Kanak-Kanak sampai dengan kelas 12 seharusnya memungkinkan siswa untuk:
1)            Mengenali dan menggunakan koneksi antar ide-ide atau gagasan dalam matematika.
2)            Memahami bagaimana keterkaitan atau koneksi ide-ide dalam matematika dan menyusunnya untuk menghasilkan suatu hubungan yang koheren.
3)            Mengenali dan menawarkan matematika dalam konteks-konteks permasalahan di luar matematika.
   
Untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, siswa dapat diberikan stimulus, atau latihan berupa permasalahan sehari-hari dalam LKS untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah tersebut. Banyak cara untuk mengembangkan kreativitas siswa, salah satunya adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk membuat karya-karya terkait konsep matematika. Hal ini dapat berupa hiasan-hiasan dengan tema geometri, pecahan, bangun ruang, dan lain-lain. Dalam pembelajaran sebaiknya guru perlu melakukan pembelajaran di luar kelas (outdoor). Ini untuk mengurangi atau menghindari kebosanan siswa belajar di dalam kelas, juga untuk memfasilitasi siswa naturalis agar dia dapat memaksimalkan belajarnya melalui lingkungan sekitar.
Dari pengamatan aktivitas pembelajaran di Australia yang dilakukan oleh Marsigit memberikan pandangan bahwa pembelajaran yang diharapkan itu harusnya memunculkan ide-ide kreatif dan pikiran kritis dari siswa. Indonesia yang masih terkurung dari sistem UN nampaknya menjadi salah satu penyebab pendidikan di Indonesia rendah. Hal ini dikarenakan guru menjadi kurang kreatif untuk menggali kemampuan siswa menyusun ide-ide mereka. Padahal melalui proses penemuan, pembelajaran akan lebih bermakna sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman yang akan menghasilkan intuisi. Intuisi merupakan hasil pemikiran langsung tanpa perantara, tanpa adanya dalil-dalil sebelumnya. Intuisi itu sendiri penting dalam belajar matematika.
Pengetahuan dapat menghasilkan intuisi. Kant menjelaskan bahwa pengetahuan didefinisikan melalui pengamatan sehingga kebenarannya bersifat korespondensi. Ilmu yang dijelaskan Kant bersifat sintetik a posteriori. Cara memperoleh pengetahuan yaitu tanpa melihat obyek konkretnya maka pengetahuannya akan bersifat analitik a priori, sedangkan kebenarannya bersifat koherensi sehingga pengetahuan yang kuat merupakan sintetik a priori.

Sumber:
Marsigit. 2010. Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 9: School Mathematics. http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_5936.html
NCTM (National Council of Teacher of Mathematics). 2000. Principles and Standard of School Mathematics. Reston. VA: NCTM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar